1.
Jelas akan tingkat kesulitan dari buku ajar.
Guru bisa memulai dengan membaca-baca
kata pengantar buku, penjelasan dari penulis dan daftar isi,
secara cepat
mengetahui kecocokan target belajar dan tingkatan kelas dari sebuah buku.
Kemudian dengan serius menganalisa
kosakata, tata bahasa, bacaan, latihan dari setiap bab. Dengan demikian, dapat
memastikan letak kesulitan dari buku yang akan dipakai.
2. Memastikan poin utama & tujuan pengajaran.
Umumnya tujuan pengajaran dibagi menjadi
tujuan yang bersifat fungsional dan tujuan yang bersifat structural.
Tujuan yang bersifat fungsional adalah
menunjukkan kemampuan berinteraksi yang harus dikuasai oleh siswa, seperti
bertanya, mengundang, berterimakasih dan lain-lain.
Tujuan yang bersifat struktural adalah
kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan berbahasa, seperti pelafalan,
aksara mandarin, frase, tata bahasa dan lain-lain.
Tujuan dari pengajaran biasanya juga
merupakan poin utama dari Bab tersebut.
3. Menguasai kesulitan dari pengajaran.
Kesulitan mengajar tidak sama dengan
poin utama mengajar. Poin utama mengajar bersifat pasti atau tidak
berubah-ubah.
Disaat proses penulisan buku,
Penulis telah menentukan poin utama dari
setiap bab, namun tidak ditentukan tingkat kesulitan mengajarnya.
Hal ini dikarenakan pengetahuan siswa
yang berbeda-beda, sehingga tingkat kesulitan ditentukan oleh guru yang
mengajar dengan melihat kemampuan siswanya.
Misalkan tingkat kesulitan siswa Jepang
dalam belajar bahasa asing akan berbeda dengan tingkat kesulitan siswa yang
dirasakan oleh siswa Malaysia.
Guru harus serius dalam menganalisa
keunikan dari setiap siswa, dan mencari secara tepat tingkat kesulitan dari
buku yang akan dipakai untuk mengajar.
Hanya demikianlah baru bisa melakukan
pengajaran berdasarkan kemampuan siswa.
4. Merancang langkah-Langkah pembelajaran.
Setelah 3 hal diatas terwujud, guru
sudah bisa masuk dalam bagian perancangan langkah-langkah pembelajaran.
Pengajaran dibagi menjadi beberapa
sector, bagaimana merancang secara detail setiap sektornya , bagaimana langkah
dalam merancang waktu pembelajaran.
Hal-hal ini harus diperhatikan oleh guru
dalam persiapan pengajaran. Selain itu, Poin utama dari pengajaran harus
menonjol dan harus ada cara dalam mengajar bagian-bagian yang rumit.
5. Merancang kegiatan belajar dalam kelas.
Kegiatan belajar termasuk latihan,
permainan dan tugas lainnya.
Kegiatan belajar yang padat dan
bervariasi sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar dalam kelas.
6. Mempersiapkan alat-alat mengajar.
Guru terlebih dahulu harus persiapkan
dengan baik alat-alat yang akan dipakai dalam
mengajar. Seperti kartu, benda, PPT dan peralatan pendukung lainnya.
7. Merancang interaksi antar guru dan siswa,
merancang suasana kelas yang aktif.
Pengajaran Bahasa Asing seharusnya
bersifat dua arah, berinteraksi.
Guru harus terlebih dahulu mempersiapkan
bagian mana atau pokok bahasan apa yang dapat dilakukan interaksi dengan siswa,
guru juga harus menyiapkan jenis interaksi seperti apa, bagaimana cara
meningkatkan suasana kelas.
Bila demikian, maka akan dapat menyelesaikan
persoalan atau kesulitan siswa yang muncul saat belajar di dalam kelas.
0 Comments