5 Pesan Mendalam Tentang Kehidupan Dari Pemilik Suara Mandarin

Tulisan ini berisikan perjalanan hidup dari pemilik Suara Mandarin.

Pemilik Suara Mandarin bernama Pendi Seasons, seorang lelaki kelahiran Sibolga, Tapanuli Tengah (Provinsi Sumatera Utara). Yang lahir pada tahun 1985 Masehi.

Pesan tentang kehidupan akan disampaikan melalui apa yang telah dialami sendiri oleh Pendi Seasons dimasa kecil.

Saat kecil, Pendi Seasons selalu berjalan kaki sendiri pergi dan pulang sekolah.

Sepulang sekolah, bermain seperti anak-anak lain pada zaman tersebut, seperti bermain kelereng, congklak, lompat tali, mainan kartun bergambar(tos-tosan), mainan BP (bagi yang tau, berarti kita seumuran) dan lain-lain.

Cerita tentang kehidupan ini Pendi Seasons bagi (mungkin) menjadi 5 fase kehidupan saya. Dan artikel ini adalah fase pertama.

Ada banyak hal yang teringat secara mendalam dalam pikiran Pendi Seasons  hingga saat ini, yang bisa dijadikan pelajaran kehidupan.

Beberapa diantaranya adalah:

1. Ketakutan dengan petir dan bunyi guntur.

Kejadian ini terjadi dua kali saat Pendi masih SD, yang pertama saat  sedang berada di sekolah pada sore hari (sekolah saya saat itu menerapkan sistem 1 minggu masuk pagi, 1 minggu masuk siang sore).

Saat hujan deras dan bunyi gemuruh yang bergelegar, saya langsung merasa ketakutan dan mendekat ke teman saya dan mengatakan kalau saya takut.

Kejadian serupa terulang saat saya sedang berada di rumah,ketika hujan deras dengan suara gemuruh yang kencang, saya mendekat ke mama saya dan mengatakan bahwa saya takut.

Pesan:

Jika Kamu merasa ketakutan, beritahu keluarga kamu, jangan dipendam sendiri yah, contoh diatas hanya sebagian kecil ketakutan yang pernah saya alami.

2. Kesetrum listrik.

Orangtua saya sering ajak saya ke rumah teman mereka, yang tidak jauh dari tempat tinggal kami saat itu. 

Rumah temannya orangtua saya sangat luas, bak mandi nya juga sangat lebar sehingga bisa dibuat berenang disaat saya kecil dulu.

Sekali waktu, saya dengan seorang teman dengan sangat asyik berendam dan berenang di dalam bak mandi, seingat saya ada 1 jam kami di dalam bak mandi tersebut. 

Begitu selesai mandi, dengan kondisi tangan yang masih lembab (sudah di lap pakai handuk, tetapi karena terlalu lama di dalam bak kamar mandi, tangan dan tubuh saya masih terasa lembab). 

Dikala itu, saya naik keatas meja dan mencabut colokan listrik TV, dan saya pun kesetrum. Beruntung sekali ada pemilik rumah (temannya orangtua saya) yang langsung menarik tubuh saya yang kecil, mungil dan ganteng. Saya pun selamat dari MAUT.

Pesan:

Saat ingin memegang sesuatu apapun itu yang ada aliran listriknya, pastikan keseluruhan tubuh (tidak hanya tangan, tetapi keseluruhannya) dalam keadaan kering.
Saat cabut colokan listrik peganglah bagian karetnya, jangan pegang bagian besinya. Apabila tidak sengaja kesetrum, langsung cepat-cepat tarik sekuat tenaga tangan atau kaki yang kesetrum.

Saat ingin melakukan sesuatu hal, pikirkan dahulu dampaknya, barulah putuskan mau dilakukan atau tidak. 

3. Membuat Mama Menangis

Bermula saat di siang hari, saya pamit sama orangtua untuk bermain dirumah teman yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah. Dengan berjalan kaki saya ke rumah teman. 

Singkat cerita saya tidak bermain dengan teman saya tersebut, tetapi saya bermain dengan teman yang baru saya kenal hingga sore hari. 

Setelah itu, teman baru tersebut mengajak saya bermain ke rumahnya (jarak rumahnya sekian kilometer dari tempat tinggal saya, cukup jauh untuk ukuran kota Sibolga yang kecil). 

Saya dibonceng dengan sepeda ke rumah teman baru. Malam harinya disana saya dikasih makan malam yang enak, dan saya dikasih keripik emping kesukaan saya. 

Setelah puas bermain dan makan, teman saya membonceng saya pulang ke rumah, saat baru keluar dari rumah teman tersebut, saya melihat mama saya dibonceng seorang tante, yang ternyata mama dan tante tersebut sejak beberapa jam lalu sudah mencari-cari saya.

Saya melihat mama saya dalam keadaan menangis. Hingga sampai rumah mama masih menangis. Saya minta maaf kepada mama saya, mama menjawab tidak apa-apa, yang penting sudah pulang dengan selamat. sejak saat itu, saya baru sadar kalau kita mau kemanapun harus selalu izin kepada orangtua.

Pesan:

Tidak peduli sesedikit atau sebanyak apa usia kamu, setiap keluar rumah harus izin sama orangtua atau orang yang di dalam rumah, mau pergi kemana dan mau pulang sekitar jam berapa. Kabarkanlah jika ada perubahan rencana saat kamu sedang diluar rumah. (via ponsel sangatlah praktis). 


4. Mengompol Di Celana

Ini hal yang memalukan untuk diceritakan saat ini, tetapi faktanya memang begitu. 

Saat kelas 1 atau 2 SD, tidak ingat sedang pelajaran apa, saya kebelet mau ke toilet, tetapi tidak berani bilang ke gurunya.

Akhirnya saya pun menahan, menahan, terus menahan, bertahan dan akhirnya jebol juga, saya pun buang air kecil di celana dan dikelas.

Kejadian yang hampir mirip terjadi sebanyak 2 kali, yang 1 kalinya lagi bahkan saat saya sudah mau kelas SMP. Parah yah!

Pesan:

Tidak ada yang perlu ditakuti, katakanlah dengan perlahan. Jika tidak dapat diselesaikan sendiri, mintalah bantuan temanmu atau keluargamu jika mengalami kesulitan. 

5. Bermain dengan ikan.

Ikan disini bukanlah ikan hias seperti arwana, ikan mas atau ikan cantik lainnya.

Saat itu, saya bermain di got / selokan, menangkap ikan-ikan kecil, banyak sekali ikan-ikan yang saya tangkap.

Saya potong hidup-hidup, saya ambil bagian dalamnya, saya jemur diterik matahari, dan rasanya senang seperti menjemur ikan asin.

Tetapi setelah dewasa, saya sering kepikiran, betapa kejamnya saya melakukan hal tersebut.

Coba kamu pikirkan, kita sakit perut sedikit saja sudah menjerit, bagaimana saya bisa melakukan hal-hal tersebut pada banyak ikan.

Hewan pun bisa merasakan sakit seperti manusia, dan setiap kali saya sakit, hal ini sering terbayang oleh saya.

Mungkinkah ini yang dinamakan Karma Masa Sekarang?

Pesan:

Ingatlah kalau hewan juga makhluk hidup yang bisa merasakan sakit, Jika tidak bisa memelihara & menyayanginya, janganlah menyakiti hewan sekecil apapun itu.

Masih banyak hal-hal yang masih tersimpan dalam ingatan saya, tetapi saya rasa cukup 5 saja untuk menceritakan fase pertama dalam hidup saya.

Fase kedua dalam hidup saya adalah saat saya pindah dari kota kelahiran saya diusia saya yang sekitar 11 tahun. Akan saya ceritakan pada kesempatan lain.

Salam Sehat,

发表评论

0 评论